Selasa, 17 Juni 2014

Diversifikasi Pangan Hulu vs Hilir


Saya mencatat ucapan bijak seorang pejabat pemerintah: “…gerakan diversifikasi pangan harus dilakukan kompherensif mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, penanaman hingga pemasaran dan pengolahan yang inovatif dan kreatif". Ya, diversifikasi memang bisa di hulu dan di hilir.

Diversifikasi pangan adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan mutu gizi makanan dengan pola dan penganekaragaman jenis konsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yakni faktor kecukupan, faktor pengetahuan dan kesadaran gizi (gizi seimbang), keterjaminan penyediaan pangan (secara nasional, wilayah, rumah tangga, dan individu), akses pangan dengan harga terjangkau, keterjaminan mutu pangan.

Untuk mencapai gizi yang seimbang, perlu diversifikasi baik di bidang produksi maupun pengolahannya. Jadi, diversifikasi dapat dilakukan di hulu dan di hilir. Tiap pilihan memiliki implikasi masing-masing, sebagaimana ditampakkan pada matrik berikut.

Perbedaan karakter antara diversifikasi pangan di hulu dan di hilir

 

Diversifikasi di Hulu
Diversifikasi di Hilir
 
Bertujuan untuk tersedianya bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan. Penyediaan pangan sedapat mungkin dari dalam negeri, sedangkan impor hanya bila diperlukan.
 
Terjaminnya akses rumah tangga terhadap kebutuhan pangan sesuai dengan daya beli, selera, dan waktu.  
Dukungan yang dibutuhkan adalah bantuan berbagai jenis bibit unggul, sarana produksi pertanian, dan dukungan usahatani lain
Dukungan tranportasi dan sistem logistik yang murah, sehingga bahan pangan mudah menjangkau pusat-pusat pengolahan, termasuk bantuan mesin-mesin pengolahan.
Bentuknya berupa diversifikasi produksi, sehingga konsumen bisa memperoleh sumber karbohidrat dari beras, juga dari jagung, singkong dan sagu. 
Diversifikasi olahan pangan menjadi tepung, pasta, sari perasan, dan lain-lain. Singkong diolah menjadi berbagai produk berupa aneka kue, mie, beras analog, dan lain-lain.
Program yang dikembangkan berupa berbagai jenis pangan tradisional seperti sagu, jagung, ubi kayu, ubi jalar, sukun, dan lain-lain.
Teknologi aneka bentuk pengolahan, berupa penepungan, pasta, pati, dan lain-lain.

*******




 
 
 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar