Minggu, 15 Januari 2017

Kapasitas Gapoktan: Lemah vs Sedang vs Kuat



Kelompok tani jelas berbeda dengan Gapoktan. Gapoktan adalah secondary level organization yang berada di atas kelompok tani. Maka anggotanya adalah kelompok tani dan KWT atau individual organization petani lain, bukan orang-orang. Posisinya sama halnya dengan Koperasi Sekunder yang berada di atas Koperasi Primer.

Dalam format sebagai the inter-group associations, Gapoktan merupakan tahap lanjut dalam kegiatan pengorganisasian (a late development in the projects). Gapoktan dikembangkan setelah kelompok tani berdiri dan berjalan dengan kuat. Dalam prakteknya, hal ini tidak diikuti secara ketat. Keberadaan intergroup associations sangat berguna karena memungkinkan untuk saling berbagi informasi antar kelompok tani, melakukan pelatihan, dan mengumpulkan sumber-sumber daya di masing-masing kelompok. Dengan bersatu dalam Gapoktan, maka dapat mencapai skala ekonomi lebih besar, dapat membeli input bersama-sama, memasarkan produk bareng-bareng, dan menjadi lebih murah karena misalnya dapat menyewa truk secara bersama-sama.

Gabungan Kelompoktani adalah “… kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha”. Dalam Permentan No. 273 tahun 2007, Gapoktan yang kuat dan mandiri dicirikan oleh 9 indikator, yang dapat dibagi atas indikator dokumen dan indikator aksi. Indikator dokumen adalah tersusunnya rencana kerja, adanya aturan yang tertulis, dan memiliki pengadministrasian yang rapih. Sementara indikator aksi atau aktvitas adalah adanya pertemuan pengurus secara berkala, memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama, memfasilitasi usaha tani secara komersial,  menjadi sumber serta pelayanan informasi dan teknologi,  adanya kerjasama dengan pihak lain, serta adanya pemupukan modal usaha.

Peran yang dapat dijalankan Gapoktan mencakup aktivitas berkaitan dengan usaha pertanian. Dalam Permentan ini  disebutkan bahwa  Gapoktan dapat berfungsi sebagai unit usahatani, unit usaha pengolahan, unit usaha sarana dan prasarana produksi, unit usaha pemasaran dan unit usaha keuangan mikro, serta unit jasa penunjang lainnya sehingga menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri.  Lebih jelas disebutkan bahwa Gapoktan melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut: (1) Merupakan satu kesatuan unit produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga); ( 2) Penyediaan saprotan (pupuk bersubsidi, kualitas, kontinuitas dan lainnya) serta menyalurkan kepada para petani melalui kelompoknya; (3) Penyediaan modal usaha dan menyalurkan secara kredit/pinjaman kepada para petani yang memerlukan; (4) Melakukan proses pengolahan produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan dan lainnya) yang dapat meningkatkan nilai tambah; dan (5) Menyelenggarakan perdagangan, memasarkan/menjual produk petani kepada pedagang/industri hilir.  Dengan kata lain, peran yang dapat dimainkan Kementan persis sama dengan koperasi. Dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, pasal 43 berkenaan dengan Lapangan Usaha ayat 3: “Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat”.

Ada yang menyebut Gapoktan sebagai Small Farmer Group Associaton (SFGA), yaitu: “ … is a local-level, informal, voluntary and self-governing association of small farmer groups (SFGs). It is created and financed by the individual members of its affiliated groups to provide them with services and benefits that help improve their economic and social conditions. This means that an SFGA is a "secondary level" organization of small farmer groups (FAO, 2001). Gapoktan adalah sebuah organisasi yang posisinya berada di atas individual organization, yang berperan sebagai koordinator, menyatukan kegiatan dan sumberdaya, melayani kebutuhan organisasi, dan mewakili segala kebutuhan organisasi ke luar.

Selama ini, jika kebijakan yang dikeluarkan Kementan dibaca baik-baik, Gapoktan dipersepsikan sebagai sebuah “kelompok tani yang besar”, bukan sebuah interrelation organization yang bangun keorganisasiannya berbeda. Penjelasan tentang Gapoktan dalam Permentan cenderung kurang jelas, sehingga banyak terjadi masalah terutama tentang keanggotaan. Indikator yang digunakan untuk menilai kapasitas kelompok tani juga terlalu sederhana termasuk persyaratan kelompok tani untuk masuk ke Gapoktan.

Gambaran Gapoktan yang lemah, sedang dengan kuat
Lemah
Sedang
Kuat
Proses awal pembentukan organisasi merupakan keinginan dari luar, agak mendadak, tanpa proses yang matang. Saat dibentuk belum ada kelompok tani yang cukup matang untuk masuk Gapoktan
Dari dalam, namun proses belum matang. Setidaknya telah ada 3 kelompok tani, dan sebagian telah cukup matang untuk membentuk Gapoktan
Dari dalam, merupakan keinginan bersama, dan sudah ada kelompok tani yang kuat sebagai cikal bakal sebelumnya. Setidaknya ada 5 kelompok tani yang telah matang untuk bergabung dengan Gapoktan.
Sarana dan prasarana yang dimiliki sangat kurang, misalnya kantor masih menumpang di rumah ketua dan sempit.
Kantor dan prasarana ada namun kurang memadai
Sangat memadai. Telah memiliki kantor sendiri, gudang, dan mesin pertanian dan pengolahan (misalnya huller).
Pelaksanaan dan tertib administrasi kurang baik, agak kacau, sulit mencari file yang dibutuhkan
Cukup tertib, segala hal yang penting tercatat baik, meski tidak semua buku administrasi diisi.
Tertib dan rapih, sesuai dengan panduan, dan dengan mudah bisa menemukan file yang dibutuhkan.
Gapoktan belum pernah mendapat penghargaan apapun
Pernah mendapat penghargaan tingkat kabupaten
Pernah mendapatkan penghargaan propinsi atau nasional
Jumlah dan ragam usaha yang dijalankan tidak ada, baru menjalankan program bantuan pemerintah saja.
Telah menjalankan usaha pemenuhan saprodi, pengolahan, dan pemasaran
Usaha sangat lengkap, bahkan mencakup usaha pertanian dan non pertanian
Unit usaha belum memiliki badan hukum
Sudah ada satu unit usaha yang memiliki badan hukum
Telah ada dua unit usaha atau lebih yang memiliki badan hukum, baik koperasi, PT ataupun BUMP
Sumber dana hanya dari bantuan luar (pemerintah)
Sumber dana dari anggota sudah bisa dikumpulkan
Sudah berhasil menggali sumber pendapatan dari anggota sendiri dan dari usaha sendiri
Dukungan yang diperoleh dari pemerintah daerah rendah, hampir tidak ada program bantuan yang diterima.
Ada dukungan dari beberapa pihak luar, setidaknya 2-3 bantuan pernah diterima
Sangat kuat, hampir semua UPT Pemda membantu, banyak bantuan diperoleh (misalnya menerima PUAP, huller, sarana transportasi, gudang, dll)
Kekompakan antar pengurus rendah, sering konflik, dan mengganggu jalannya Gapoktan
Pengurus cukup kompak, walau kadang-kadang ada konflik
Pengurus kuat dan jarang konflik, cenderung sepakat dan bekerjasama harmonis
Komunikasi antar pengurus kurang berjalan,  informasi tidak terbuka, info dari atas ke bawah tidak jalan
Komunikasi cukup berjalan walau tidak ideal
Komunikasi lancar dan baik, semua informasi terbuka dan demokratis
Jumlah pengurus kunci yang berperan sehari-hari sangat terbatas. Hanya bergantung pada 1 orang, bisanya ketua Gapoktan.
Ada 2-3 orang yang menjalankan Gapoktan sehari-hari
Lebih dari 3 orang pengurus yang aktif, dan semua bagian dan seksi-seksi menjalankan kewajibannya.
Sifat hubungan antara ketua dengan pengurus yang lain seperti atasan dan bawahan
Relasi cenderung sejajar
Sejajar, egaliter, dan saling membantu
Gapoktan belum bisa memberi gaji bulanan untuk pengurus, hanya honor tahunan atau dari SHU
Sudah bisa memberi gaji bulanan ke pengurus, namun jumlahnya belum memadai
Sudah bisa memberi gaji bulanan ke pengurus dan seksi-seksi lain dengan jumlah memadai
Tidak ada target yang dicapai dalam setahun terakhir
Sebagian target tercapai
Semua target yang direncanakan tercapai dengan baik
Pelaksanaan monev dalam organisasi kurang baik, banyak hal yang tidak tercatat, sehingga sulit dibahas
Monev cukup baik, urusan-urusan penting tercatat dan terkendali
Monev berjalan baik, semua terpantau dan tercatat, dan terbuka untuk dinilai.
Gapoktan belum pernah mengalami cobaan berarti
Pernah mengalami sedikit masalah, dan berhasil dilalui
Pernah mengalami hal berat dan sukses dilalui
Motivasi dan minat pengurus secara umum rendah, kurang perduli
Minat pengurus sedang, sebagian tinggi sebagian malas-malasan
Pengurus sangat antusias dalam menjalankan Gapoktan
Tingkat kepercayaan dalam organisasi rendah, banyak curiga antar pengurus
Tingkat kepercayaan sedang, dan cukup sebagai modal untuk beraktivitas
Tingkat kepercayan tinggi antar pengurus dan dengan seksi-seksi
Sanksi tidak pernah ditegakkan, cenderung diabaikan
Sanksi ditegakkan namun selektif, masih banyak pemakluman
Sanksi ditegakkan dengan disiplin dan adil
Pertemuan pengurus secara formal: Sangat jarang (1-2 kali setahun)
Sedang (3-7 kali setahun)
Dilakukan secara rutin (8-10 kali per tahun)
Kemampuan organisasi menyerap dan memanfaatkan informasi dari luar rendah
Sedang
Tinggi. Pengurus memiliki hubungan baik dengan staf di Pemda, terutama kantor penyuluhan dan Dinas Pertanian
Kemampuan memperoleh keuntungan dari usaha dan relasi dengan luar rendah, usaha yang dijalankan terus merugi
Belum berhasil memperoleh keuntungan, namun cukup prospektif.
Berhasil memperoleh keuntungan dari usaha yangg dijalankan, dan menjadi basis keuntungan organisasi.

******