Selasa, 01 Juni 2021

Buku baru: "PERTANIAN DUNIA 2020" (IPB Press, 2021)

 

Buku ini memuat 14 tulisan yang menyajikan kepada pembaca perkembangan terakhir pertanian dan petani dunia tahun 2020, yang merupakan tahun pandemi Covid-19, dimana semua sektor ekonomi mengalami pelambatan bahkan penurunan kinerja. Kontributor buku ini didominasi para peneliti muda di Kementerian Pertanian dengan beragam latar belakang. Tujuan buku ini adalah mendapatkan lesson learned untuk pembangunan pertanian nasional yang lebih baik ke depan, melalui pengalaman dan praktek berbagai negara di dunia dengan kondisi yang lebih kurang serupa dengan kita.

Kata Pengantar: " Pertanian Dunia Menghadapi Turbulensi Baru" (Prof. DR. Bustanul Arifin) 

Ke-14 tulisan tersebut adalah:

1.      Asa Baru Landreform Di Dunia Abad Ke-21: Bagaimana Indonesia? - Syahyuti dan Makky Ar-Rozzi

 

2.      Posisi Indonesia Dalam Industri Benih Dunia - Erizal Jamal Dan Maesti Mardiharini

 

3.      Model Pembiayaan Pertanian Negara Berkembang: Studi Kasus  Di Beberapa Negara Asia Dan Afrika - Endro Gunawan

4.      Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Pembiayaan Sektor Pertanian Di Beberapa Negara – Ashari

 

5.      Subsidi Sektor Pertanian: Sebuah Lesson Learn Studi Kebijakan Dari Dunia - Miftahul Azis

6.      Perkembangan Mekanisasi Pertanian Di Negara-Negara Berkembang - Joko Mulyono Dan Enti Sirnawati

 

7.      Buruh Tani Ilegal Dunia: Semakin Penting Saat Pandemi - Syahyuti

8.      Struktur Tenaga Kerja Pertanian Di Uni Eropa – Wahida

9.      Penyuluhan Pertanian Di Berbagai Negara - Enti Sirnawati Dan Tika Tresnawati

 

10.  Komparasi Negara Produsen Utama Beras Dunia: Beras Siapa Yang Paling Murah? - Rangga Ditya Yofa dan Sri Suharyono

 

11.  Perkembangan Pertanian Organik Di Dunia Dan Indonesia– Abdul Aziz

12.  Perdagangan Bebas: Lesson Learn Dunia Untuk Indonesia - Eddy S. Yusuf

13.  Potensi Valorisasi Limbah Pertanian Meningkatkan Nilai Tambah Mendukung Bioekonomi Di Dunia - Prima Luna

14.  Big Data Untuk Optimalisasi Sumberdaya Dan Kesejahteraan Petani - Henriyadi


Untuk Bapa Ibu dan rekan-rekan yang berminat, monggo sebutkan alamat lengkap ya.

Email ke = yutisyahyuti@gmail.com

Harga Rp 100 ribu + ongkos kirim. Bayar sesampainya buku saja ya. Tks, semoga manfaat.

 

*******

 

Selasa, 19 Mei 2020

Buku (draft) BERTANI DAN BERDAGANG SECARA ISLAMI

Syahyuti. 2020. “BERTANI DAN BERDAGANG SECARA ISLAMI”. Seri Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam. Draft I – April 2020. Belum dipublish.
Buku ini mengisi kekosongan yang panjang pada bahan-bahan bacaan berkaitan dengan pertanian dan Islam, khususnya aspek relasi sosial di seputarnya, atau dalam bahasa agama kita sebut “muamalah-nya bertani”. Pula, buku ini memiliki mimpi besar mengawali dan mengenalkan berbagai konsep keilmuan yang kesannya begitu tabu kita diskursuskan selama ini. 
Beratus tahun kita berhenti pada “Ilmu Ekonomi”, “Ekonomi Pertanian”, dan “Ekonomi Islam”. Dunia belum nengenal frasa "Islamic Agricultural Socioeconomics", "Islamic Food Economy", "Islamic land reform", "Islamic agrarian reform", “Islamic Agricultural Sociology”, dan sejenisnya. Ya, kita sudah sangat akrab dengan Sosial Ekonomi Pertanian. Di buku ini lah Saya mengenalkan sesuatu yang mestinya sudah harus kita mulai bentuk, bicarakan, dan viralkan: SOSIAL EKONOMI PERTANIAN ISLAM.
Kita sudah terlalu lama hanya meng-copy paste belaka segala ilmu dari Barat sana. Sudah seharusnya kita menyusun ilmu baru, menjadi PRODUSEN ILMU. Kita pertanian dan kita Islam. Kalau bukan kita siapa lagi !!

DAFTAR ISI 

Bab I. Pendahuluan
1.1. “Maksain” menulis
1.2. Materi dan struktur isi buku
1.3. Metode penulisan
Bab II. Islam dan Pertanian
2.1. Allah yang menghidupkan tanaman
2.2. Para Rasul pun bertani
2.3. Sumbangan peradaban Islam pada pertanian dunia
2.4. Adab bertani Islami
2.5. Adab terhadap hewan dan ternak

Bab III. Menjalankan Pertanian: Bertani yang Islami
3.1. Pada awalnya: tanah dan air
3.2. Sewa menyewa tanah pertanian
3.3. Bagi hasil pertanian
3.4. Gadai lahan pertanian
3.5. Upah dan adab terhadap buruh tani
3.6. Zakat hasil pertanian
3.7. “Kearifan Timur Reforma Agraria”

Bab IV. Sosial Ekonomi Pertanian Islam
4.1. Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Pertanian
4.2. Menjalankan agribisnis secara syariah
4.3. Pembiayaan usaha pertanian yang syariah

Bab V. Makan dan Minum lah sesuai Islam
5.1. Halal dan haram nya makanan
5.2. Adab Makan dan Minum
5.3. Memasak secara Islami

Bab VI. Adab Berdagang dalam Islam
6.1. Nabi, Rasul dan Sahabat yang berdagang
6.2. Penyebar Islam ke Nusantara adalah pedagang-pedagang ulung
6.3. Etika berdagang Rasul

6.4. Boleh dan tidak boleh dalam berdagang hasil pertanian

Dowload full pdf disini: 
Versi blog disini: 

******

Kamis, 23 April 2020

Buku (draft) "Bertani dan berdagang secara Islami"


Bapa Ibu dan rekan-rekan yang baik,
Assalammualaikum wr wb.

Mohon maaf. Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan kemampuan,  Saya mencoba menyusun draft buku, yang berjudul “BERTANI DAN BERDAGANG SECARA ISLAMI”. Saya menyebut ini merupakan Seri Buku “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”. Sungguh sebutan yang gagah ya, Hehe.

Kenapa gagah? Ya, karena sampai hari ini rasanya objek ini belum menjadi diskursus masif baik di level domestik maupun global. Maka, jika kita cari di jagad google belum ketemu dengan mudah frasa-farasa “Ekonomi Pertanian Islam”, “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”,  atau in English “Islamic Agriculture Economy”,   “Islamic Agriculture Socio-economic”, “Islamic food economy”, “Islamic food security”, “Islamic land reform”, “Islamic agrarian reform” dan sejenisnnya.

Namun Bapa Ibu, walau sudah Saya kerjakan sekian tahun, draft ini masih sangat lemah. Maklumlah, ilmu agama Saya ga bagus. Bahan-bahan buku ini saya ambil dari berbagai referensi, utamanya dari internet dan buku serta jurnal-jurnal. Banyak referensi yang belum saya track ke sumber asli nya, maklumlah Saya ga ngerti blas bahasa Arab.

Saya merasa semangat untuk segera mendraftkan buku ini, gegara melihat respon dan dukungan yang sangat mengharukan dari teman-teman di status FB Saya (https://id-id.facebook.com/syahyuti.sibuyuang)

Buku ini lebih sebagai manual book, yang bisa dibaca dan diaplikasikan langsung di lapangan. Rekan sedulur petani-petani dan para pedagang pengumpul diharapkan bisa memahami narasi di buku ini dengan mudah, dan bisa menerapkan nya sehari-hari.  Jika praktek bertani kita, terutama hal muamalah-nya belum pas, yuk mari kita luruskan. Demi ridho Allah SWT tentunya. Aamiin.

Nah, sebelum dicetak dan dipublish, Saya minta tolong kepada Bapa Ibu dan Rekan yang punya waktu untuk membaca, mengkritisi, melengkapi, meluruskan, dan menyempurnakan draft buku ini. InsyaAllah segala bantuan Bapa Ibu dan Rekan menjadi amal soleh dan akan dibalas dengan pahala yang sangat banyak dari Allah SWT. Aamiin.

Link draft buku ini ada disini:

atau disini:


Menyusun dan mendiskursuskan buku ini tentu bukan kerjaan mudah. Dan Saya tidak akan menanggung sendiri tugas ini. Saya, Anda dan Bapak Ibu semua akan bersama-sama memikirkan, mendiskusikan, mengkonstruksi, dan mempublikasikan nya secara lebih luas.

Demikian kira-kira. Jika berkenaan, mohon boleh menyampaikan masukan ke email berikut: yutisyahyuti@gmail.com

Dan silahkan draft buku ini di SHARE ke sesiapa saja yang kira-kira berminat, teman-teman atau grup-grup WA, agar ini menjadi viral, rame, dan kita kembangwujudkan bersama-sama. Terima kasih, hatur nuhun pisan.

Bogor 24 April 2020

(SYAHYUTI)

Kamis, 21 Desember 2017

Agricultural Development versus Rural Development



In Indonesia, agricultural and rural development are the same. Rural development is agricultural development, and vice versa. This is not the case. Both are different. The approaches and forms of activities are run differently. Indeed many departments in some countries bring together agricultural affairs with rural development in one organization

The seminar entitled "The Future of Small Farms" was conducted on 26-29 June 2005 by the International Food Policy Research Institute (IFPRI) and the Overseas Development Institute (ODI). There is a sub-chapter in the proceedings of "Beyond Agricultural Production to the Importance of the Rural Economy as a Whole". Here, agricultural development is seen as a key component in rural development. The point is how to facilitate the transition from rural-based small farming to rural economies with diverse economic resources, able to compete in international markets, and more dynamically.


In the OECD book (2010: "Agricultural Policies and Rural Development: a Synthesis of Recent OECD Work"), it is mentioned that rural development has a wide and diverse connotation, and the term "rural development policy" is often reversed with the concept of "regional policy". Rural development is interpreted as an issue of economic growth. Some countries have made agriculture a central business and some are not.

In terms of integration between rural development and regional development policy, Norway and Switzerland integrate it, whereas in Australia and Europe generally separates it. While between rural and agricultural development, Australia and the United States, for example, separated it, but in Norway it was united. Another case, Japan makes agricultural development a vehicle for running rural development (OECD, 2010). The focus of agricultural development is to improve the business skills for farmers facing global and climate pressures such as Australia, Canada and the US. But in Europe generally includes agricultural investments, processing industries, environmental management, animal health, food quality and safety, and maintaining traditions.

Comparison between agricultural development and rural development


Agricultural development

Rural development

Aims to produce agricultural commodities to meet national needs, manage natural resources, and prosper farmers who do it.


Aims to improve the quality of life of rural communities. In connection with efforts to improve the quality of life in the countryside and economic welfare for those who live in the countryside. Rural development has traditionally attempted to exploit natural resources, in the form of agriculture and forestry. Currently developing into rural and tourism industries.
Influenced by climate, culture and technology. The required science is the biology of plants and animals, soil and climate, as well as socioeconomic.

It has an inherent character with geographical location. The fields of science used are economic, social, development and political management.
The focus is on improving the skills of agribusiness, agricultural investment, agri-food industry, environmental management, animal welfare, quality and food security, and preservation of cultural heritage.
The object is the provision of physical and social infrastructure, educational facilities, health, and settlement.

Our knowledge of agricultural development is currently influenced by industry perspectives. We are trying to apply the industry's way of working and want its products to be like industrial products (uniform).
Influenced by the city's biased perceptive. The village was built in the hope of a city-like look.
Methods and analysis used are the analysis of cultivation, trading system results, profits, organizing farmers, and others.
The study methods used are PRA (Participatory Rural Appraisal) and RRA (Rapid Rural Appraisal).
It used to be the amount of production, productivity, and labor productivity. Now also consider environmental health, biodiversity, and healthy food.
In the past, the size of the economy was mainly the income of the rural population. It has also considered the environment, quality of life, and changes in a more equitable economic structure.

*****